๐Ÿ“–

Larangan Menyakiti Tetangga dan Ancaman Bagi Pelakunya

UUstadz Pembina

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang gemar mengganggu atau menyakiti hati tetangganya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: 'Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman!' Para sahabat bertanya, 'Siapa, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya.' (HR. Bukhari). Ancaman ini menunjukkan betapa besarnya dosa menyakiti tetangga. Menyakiti bisa berupa fisik, seperti membuang sampah ke pekarangannya, maupun non-fisik, seperti ghibah (membicarakan keburukannya), memfitnah, atau memutar musik dengan suara sangat keras di malam hari.